Jumat, 06 Desember 2013

Contoh Makalah PLH : Peran Serta Dalam Penanggulangan Bencana Alam

PERAN SERTA DALAM PENANGGULANGAN BENCANA ALAM
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4oksZT1CQ5MkAS5thDf43mBkuQvwqGF1yZ5NXBGiP1tXlZ7UV-CTbguYsfbLGfNOUGIdKom-MYFs_IlRIR0iOfc_Spv2vqnnYbXUUGofwfXjU7ZgjzqFCwhosJF4OKpB6D2j-D3DFTGuw/s1600/Lingkungan-hidup+%25281%2529.jpg


NAMA KELOMPOK          : 1. Dewi Tri Lestari
                                                              2. Fitri Rengganis
                                                              3. Gita Yulia Dewi
                                                              4. Hana Maedi
                                                              5. Kholilah Sista Madanni
                                                              6. Nadia Aulia Safitri
                                                              7. Nunung Nurhaijah Hudairiah
                                                              8. Sarah Hafida Siti Zahara
Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran PLH
KATA PENGANTAR 

Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini dengan baik dan tepat pada waktunya. Dalam makalah ini kami membahas mengenai penanggulangan bencana alam/

Makalah ini dibuat dengan berbagai observasi dan beberapa bantuan dari berbagai pihak untuk membantu menyelesaikan tantangan dan hambatan selama mengerjakan makalah ini. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. 

Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karena itu kami mengundang pembaca untuk memberikan saran serta kritik yang dapat membangun kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya. 

Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi kita sekalian. 

Kalijati , Mei 2013 

Penulis 







Peta Konsep

 


















A.   Cara-Cara Menginformasikan Tanda-Tanda Bencana Alam
Pemberian informasi tentang tanda-tanda bencana alam sangat diperlukan oleh masyarakat setempat agar dapat menentukan tindakan yang harus dilakukan. Misalnya informasi tentang : status gunung berapi, keadaan volume di pintu air atau bendungan, kemungkinan terjadinya tsunami saat terjadinya gempa, dan pemantauan dari satelit tentang hot spot.Pada umumnya informasi disebarkan melalui berbagai media komunikasi seperti radio, telepon, televisi, dan internet. Masyarakat perlu mendapatkan informasi ini. Mengapa ? Alasannya adalah sebagai berikut :
1.     Kurangnya Pengetahuan Masyarakat
Pengetahuan masyarakat akan tanda-tanda bencana alam hanya berdasarkan pada pengalaman yang sudah terjadi bahkan sebagian masyarakat sulit untuk menerima informasi ilmiah tentang tanda-tanda bencana alam.
2.     Kurangnya Informasi dari Pemeritahan
Daerah yang jauh dari jangkauan pengawasan pemerintah mengalami kesulitan untuk dideteksi secara cepat adanya tanda-tanda bencana alam yang akan terjadi. Pemberian informasi ini harus dilakukan secara kontinu.
3.     Kurangnya Kesadaran Masyarakat
Kesadaran masyarakat pada daerah-daerah rawan bencana masih cukup rendah. Hal ini disebabkan oleh jumlah penduduk Indonesia yang besar dengan alat pemuas kebutuhan yang terbatas. Sehingga terjadi persaingan dalam memenuhi kebutuhan hidup yaang membuat masyarakat belum berpikir panjang akan bahaya bencana alam yang mengancam.
            Ada cara yang tepat untuk menginforasikan tanda-tanda bencana alam pada masyarakat, yaitu dengan mendirikan Pusat Informasi Bencana Alam. Pusat Informasi Bencana Alam akan menjadi pusat rujukan informasi masyarakat dalam mengenali bencana alam baik jenis, faktor penyebab maupun tindakan yang harus dilakukan jika terjadi bencana alam. Pusat Informasi ini di bangun di daerah yang rawan bencana alam. Pusat informasi ini juga menyediakan database informasi dan tempat penyebarluasan semua hal mengenai bencana alam diantaranya berupa :
1.     Pembuatan Media Informasi Bencana Alam
Media informasi ini bisa berupa barang cetakan, pamflet,leaflet,komik popular serta dapat berupa video, rekaman suara dan sebagainya. Jika memungkinkan pemerintah menyediakan saluran telepon darurat atau pusat informasi/pengaduan (call center).
2.     Penyuluhan dan Sosialisasi Bencana Alam
Kegiatan ini bisa bekerja sama dengan LSM yang menangani masalah bencana alam.
3.     Panduan Menghadapi Bencana Alam
Dalam persiapan menghadapi bencana alam kemungkinan terjadinya bencana alam harus ada panduan (prosedur) dan tata cara menghadapi bencana alam. Dengan demikian masyarakat dapat mengambil upaya penyelamatan diri apabila terjadi bencana alam.
4.     Pemetaan Daerah Rawan Bencana
Pemetaan daerah rawan bencana dan zonasi daerah bahaya perlu dilakukan serta prakiraan resiko. Peta ini dibuat melalui survei yang mendetail oleh pihak-pihak terkait seperti BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) dan PVMBG (Pusat Vulknologi dan Mitigasi Bencana Geologi).

Bagaimana cara menginformasikan tanda-tanda bencana alam ? berikut ini cara-cara yang digunakan untuk menginformasikan tanda-tanda bencana alam kepada masyarakat.
1.     Penyebaran Layanan Masyarakat melalui pamflet atau poster mengenai tanda-tanda bencana alam.
2.     Pemukulan kentongan untuk wilayah yang jumlah penduduknya tidak teralalu banyak sehingga mudah mengumpulkan warga untuk berkoordinasi.
3.     Bunyi sirine untuk daerah yang cakupannya lebih luas.
B.   Upaya dalam Penanggulangan Bencana Alam
Upaya apa yang dapat kita lakukan untuk dapat menanggulangi bencana alam ? Upaya-upaya yang dapat kita lakukan dalam penanggulan bencana alam antara lain sebagai berikut :
1.     Kerjasama dari Berbagai Lapisan Masyarakat
a.     Menggerakan elemen  lokal dalam penanganan bencana,
b.     Manajemen logistik
2.     Manajemen Penanggulangan Bencana di Lapangan
a.     Pencarian korban secepatnya
b.     Penyelamatan korban
c.      Pertolongan pertama pada korban
d.     Stabilisasi terhadap korban
e.     Evakuasi dan rujukan terhadap korban
3.     Koordinasi Pasca bencana
a.     Melakukan mobilisasi tim pelayanan ke lokasi bencana
b.     Melakukan skala pelayanan dan mobilisasi terkait dengan penanganan masalah kesehatan
c.      Melakukan penilaian kebutuhan dan dampak keselamatan secara tepat dan cepat
C.Ikut Dalam Penanggulangan Bencana

Kita sebagai generasi penerus bangsa harus memberikan kontribusi terhadap mereka yang terkena bencana alam. Untuk dapat membantu ke lokasi bencana setidaknya kita harus memiliki pengetahuan mengenai P3K, serta fisik dan mental yang kuat. Keahlian ini dapat kita pelajari dengan mengikuti ekstrakurikuler PMR dan Pramuka.
Contoh organisasi yang banyak ikut serta dalam penanggulangan bencana adalah :
1.     Palang Merah Indonesia (PMI) adalah sebuah organisasi perhimpunan nasional di Indonesia yang bergerak dalam bidang sosial kemanusiaan. PMI selalu berpegang teguh pada tujuh prinsip dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah yaitu kemanusiaan, kesamaan, kesukarelaan, kemandirian, kesatuan, kenetralan, dan kesemestaan. Sampai saat ini PMI telah berada di 33 PMI Daerah (Tingkan Provinsi) dan sekitar 408 PMI cabang (Tingkat Kota/Kabupaten) di seluruh Indonesia. Palang Merah Indonesia tidak berpihak pada golongan politik, ras, suku, ataupun agama tertentu. PMI dalam pelaksanaannya juga tidak melakukan pembedaan tetapi mengutamakan objek korban yang paling membutuhkan pertolongan segera untuk keselamatan jiwanya.
2.     Gerakan Pramuka Indonesia adalah nama organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata “Pramuka” merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Rakyat Muda yang Suka Berkarya sedangkan yang dimaksud “kepramukaan” adalah proses pendidikan di luar sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan prinsip dasar kepramukaan dan metode kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia.
3.     Pencarian dan penyelamatan (Bahasa inggris : Search And Rescue; SAR) adalah kegiatan dan usaha mencari, menolong dan menyelamatkan jiwa manusia yang hilang atau di khawatirkan hilang atau menghadapi bahaya dalam musibah-musibah seperti pelayaran, penerbangan, dan bencana. Istilah SAR telah digunakan secara Internasional tak heran jika sudah sangat mendunia sehingga menjadi tidak asing lagi bagi orang di belahan dunia manapun tidak terkecuali di Indonesia.
4.     Badan Nasional Penganggulangan Bencana (disingkat BNPB) adalh sebuah lembaga pemerintah non departemen yang mempunyai tugas membantu presiden Republik Indonesia dalam mengkoordinasikan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan penanganan bencana dan kedaruratan secara terpadu. Serta melaksanakan penanganan bencana alam dan kedaruratan mulai dari sebelum, pada saat dan setelah terjadi yang meliputi pencegahan, kesiagaan, penanganan darurat dan pemulihan.
BNPB dibentuk berdasarkan peraturan presiden Nomor 8 tahun 2008. Sebelumnya badan ini bernama Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana yang dibentuk berdasarkan peraturan presiden Nomor 83 tahun 2005, menggantikan Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi yang dibentuk dengan keputusan presiden Nomor 3 tahun 2001.
Manfaat ikut dalam penanggulangan bencana alam antara lain sebagai brikut :
1.     Sebagai bagian dari masyarakat, kita saling membutuhkan satu sama lain.
2.     Bentuk solidaritas sosial.

3.     Mengembangkan sikap empati dan menolong.